Ditulis Oleh : Irs

Eyat Mayang-Lombok Barat, (9/7/21) Dukungan Pemerintah Desa Eyat Mayang kepada para pasien Covid-19 diwujudkan dalam bentuk dorongan moral maupun materil. Dalam bentuk material, dukungan diwujudkan dalam bentuk pemberian sembako kepada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Foto : Mas Aji Saat Menyerahkan Sembako ke Pak Zaenudin (Penyeleng) 

Pemberian sembako untuk pasien Covid-19 langsung dihantarkan ke Rumah Masing-masing Pasien atas nama Zaenudin Malam Sabtu (5/1/2021). Kegiatan tersebut dihantarkan Tegar Aji Atmojoyo didampingi Kepala Dusun Penyeleng Imam Zulhakim selaku Satgas PPKM Desa Eyat Mayang, Penyerahan bantuan langsung ke yang Keluarga pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. 

Foto : Pj. Kades bersama Satgas Patroli diPosko Jaga Malam


Kepala Desa H.Rijlan saat tim warta temui di Posko Jaga Malam mengatakan Petugas yang ditugaskan ditempat pemberian sembako, telah menghibau semua  mengenakan masker dan menjaga jarak sebagai implementasi dari aturan protokol kesehatan dan gerakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sebelum masuk ke tempat acara, para pejabat maupun warga yang menerima bantuan mencuci tangan di tempat yang disediakan. 

[ kunjungi Juga ]:


“Bantuan ini untuk mendorong kesembuhan para pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Dengan bantuan ini semoga beban pasien dan keluarganya menjadi lebih ringan,”nambah H. Rijlan


Tegar Aji Atmojoyo saat di Rumah Pasien Atas Nama Zaenudin (60) menjelaskan ke Pasien, sembako yang dibagikan berasal dari instansi Pemerintah Desa dari Dana Desa Kantor Desa Eyat Mayang Tahun Anggaran 2021 selama Isolasi Mandiri 14 hari. 


“Selama Isolasi Mandiri baik di rumah isolasi yang telah disiapkan pemerintah desa atau dirumahnya sendiri selama 14 hari pemerintah akan menyiapkan fasilitas dirumah isolasi yang disiapkan Desa dan Jika hanya mau di Rumah sendiri pemerintah desa akan membantu pasien dalam bentuk sembako, tetapi jika tidak hiraukan kemauan pemerintah maka pemerintah akan lepas tangan” tegas Aji ke pasien

Foto : RSUD Tripat Gerung-Lobar


Sekedar cerita sedikit, Pasien Zaenudin diakui pasien positif covid-19 di RSUD Tripat-gerung dengan sesak nafas (penyakit bawaan) setelah dirujuk dari Puskesmas Eyat Mayang, riwayat hidup tidak pernah keluar daerah dan telah dirawat selama 7 hari, dan sekrang sedang isolasi mandiri Sampai sekarang, 

Mas Aji mengatakan juga, kasus positif Covid-19 masih terus terjadi di Kota Lombok Barat, Kondisi saat ini ruang isolasi RSUD Tripat Gerung, pun terisi penuh. Sebagian besar pasien Covid-19 menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing.*(irs) 

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Beri Kritik dan Saran Anda Untuk Perkembangan Blog